Rangkuman Materi SMK Kelas XI (Penyerahan Produk)

MELAKUKAN PENYERAHAN ATAU PENGIRIMAN PRODUK

  1. I.      Mempersiapkan Barang Yang Akan Diserahkan atau Dikirim
  1. A.    Memahami Hak dan Kewajiban Konsumen

Hak dan kewajiban konsumen diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 Pasal 4 dan Pasal 5 tentang perlindungan konsumen dalam BAB III Bagian Pertama

Hak konsumen :

  1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa
  2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa, serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang telah dijanjikan
  3. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa
  4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan
  5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut
  6. Hak untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen
  7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif
  8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana menstinya
  9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya
  1. B.    Membuat Daftar Spesifikasi Produk

Spesifikasi produk adalah berupa rincian-rincian atau uraian-uraian keterangan dari sebuah barang/jasa.

1)     Spesifikasi produk barang

Barang adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, nama perusahaan dan pengecer, jasa perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhannya

Barang konsumsi dibagi menjadi :

a)     Penggolongan berdasarkan kecepatan konsumsi (rate of consumption) dan kekonkritannya (tangibility)

  1. Barang tahan lama, yaitu : barang kongkrit yang dapat dipergunakan berulang-ulang misalnya televisi, sepatu, mobil, dsb.
  2. Barang tidak tahan lama, yaitu : barang kongkrit yang hanya dapat digunakan satu atau beberapa kali, misalnya daging, sabun, ikan, beras, dsb.
  3. Jasa, yaitu : kegiatan manfaat atau kepuasan yang dijual, misalnya : pangkas rambut, dokter, dsb.

b)    Berdasarkan kebiasaan membeli, konsumen yang mengorbankan sebagian waktu dan tenaga seminim mungkin, misalnya : kebutuhan dapur dsb

c)     Barang shopping, yaitu : barang-barang yang dibeli setelah terlebih dahulu membandingkan kecocokan, kualitas, harga dan modal antara barang-barang sejenis, misalnya pakain jadi, sepatu, perabot rumah tangga, dsb.

d)    Barang speciality, yaitu barang-barang yang mempunyai karakteristik yang unik, untuk kelompok pembeli tertentu yang bersedia melakukan usaha-usaha istimewa untuk mendapatkannya, misalnya : benda-benda kolektor, antik, dsb.

Produk barang yang dikemas biasanya dalam kemasannya dicantumkan label-label yang berupa artikel, brand dan informasi lainnya. Keterangan-keterangan tersebut merupakan spesifikasi produk.

  • Barang Supermarket
  1. Departemen Food : semua makanan, khususnya snack
  2. Departemen Non Food : barang-barang selain makanan
  3. Departemen Household : perlengkapan rumah tangga
  4. Departemen Toys : sarana/barang khusus untuk anak-anak
  5. Stationary : semua peralatan tulis dan kantor seperti pensil, penghapus, penggaris, perlengkapan komputer, dan perlengkapan tik.
  • Departemen Fashion :

Produk fashion : sebuah produk yang mempunyai ciri-ciri khusus yang tepat dan mewakili style yang sedang tren dalam suatu kurun waktu tertentu.

Produk fashion:

1) Pakaian Wanita

2) Pakaian Pria

  • Departemen Fresh

Bagian dari supermarket yang menyediakan produk berupa bahan makanan yang masih segar ataupun yang sudah diolah dan memerlukan kondisi khusus, serta memiliki kadarluasa yang relatif singkat.

Misalnya: sayuran (vegetable) , buah (fresh fruit) , daging (fresh meat) , produk susu, dan produk yang berasal dari susu (dairy milk), dan produk yang dibekukan.

  • Barang Pecah Belah (GMS)

Barang pecah belah ini adalah barang-barang yang sifatnya kelontongan : kaca cermin, sisir, kamoceng, gelas, piring, dsb.

2)     Spesifikasi Produk Jasa

Biasanya dalam bentuk brosur dan pamflet

Meliputi : No, Departemen, Nama Jasa, Spesifikasi (Jenis Jasa, Satuan, Harga)

  1. C.    Mengetahui Identifikasi Produk Yang Akan Dibeli Pelanggan

Usaha yang dilakukan penjual untuk mempersamakan atau meneliti dan menetapkan barang/jasa mana yang sesungguhnya yang akan dibeli pelanggan adalah proses identifikasi. Proses identifikasi tersebut meliputi :

  1. Nama Barang-barang yang akan dipesan
  2. Mencek spesifikasi barang yang dipesan
  3. Mencek jumlah barang yang dibutuhkan
  4. Mencek kembali harga satuan barang
  5. Mencek kembali jumlah harga dari setiap unit barang yang dipesan
  6. Mencek jumlah keseluruhan harga yang harus dibayar pelanggan
  7. Memberikan cap dan tanda tangan/paraf sebagai pembuktian legalisasi pada faktur penjualan
  8. Memberikan slip faktur penjualan yang diperuntukkan bagi pembeli dan menyimpan yang diperuntukkan buat arsip.

Identifikasi barang sebanyak dua kali apabila waktu pengidentifikasian barang, pelanggan tidak ada ditempat, misalnya pemesanan melalui telepon, faksimil, atau surat pos dan barang yang dikirimkan melalui kendaraan, yaitu:

1)     Pertama pada waktu pengiriman sebelum barang dikemas dan dimasukkan ke alat angkut transportasi

2)     Kedua pada waktu barang diserahkan pada pembeli

Selain mengidentifikasi barang yang dibeli pelanggan, penjual juga perlu mengidentifikasi pelayanan yang diberikan pada pembeli

1)     Mengidentifikasi sistem pembayaran yang selama ini diberikan pada pelanggan

2)     Mengidentifikasi sistem penyerahan barang yang selama ini kita laksanakan

3)     Mengidentifikasi pemberian garansi

4)     Mengidentifikasi kerusakan atau kecacatan barang yang dibeli pelanggan

5)     Mengidentifikasi perhitungan jumlah uang yang harus dibayar pelanggan, bila terjadi kesalahan perhitungan.

Biasanya dalam faktur diinformasikan/mencantumkan SE&O (salvo errare et ommisionem) artinya perhitungan dapat diperbaiki jika terdapat kesalahan

  1. D.    Mencermati Kemasan Yang Akan Digunakan Untuk Mengemas Produk Yang Dibeli

Bentuk Pengemasan

Berbagai bentuk bahan kemasan bisa ditemukan di pasar dewasa ini antara lain: envelopes, pouches, bags, carton, box, bottle, jar, vial, barrel, drum, overwrap, sleeve, blister, strip, dan lain-lain.

 

  1. 2.     Klasifikasi Bahan Pengemasan

JENIS-JENIS KEMASAN

A. PLASTIK

  1. 1.     Jenis Politen

Yaitu jenis plastik dalam bentuk lembaran-lembaran yang tipis, dan biasanya banyak digunakan seperti pada isolasi, dan lembaran-lembaran plastik pembungkus buku

  1. 2.     Jenis Polivinil Chlorida

Plastik jenis ini dapat digunakan untuk serat dan pelapisan permukaan. Misalnya pada batu baterai.

  1. 3.     Jenis Polistirena

Plastik jenis ini banyak digunakan sebagai bahan pengepak

  1. 4.     Jenis Kopolimer

Plastik jenis ini banyak sekali yang sudah kita kenal, yaitu dipergunakan sehari-hari misalnya pada barang seperti sisir, kancing, mainan anak-anak dll.

Kelemahan atau bahaya yang ditumbulkan dari bahan plastik :

  1. Barang yang dibungkus akan mudah bau apek dan jberjamur apabila barang yang dibungkus berupa makanan sehari-hari
  2. Menahan penguapan dari barang-barang yang dibungkusnya
  3. Adanya kemungkinan bahaya akibat zat-zat yang menempel pada plastik saat proses pembuatannya
  4. Kebanyakan kemasan dari plastik termakan karena tidak berwarna
  5. mudah robek pada saat dibawa
  1. 2.     Prinsip Pengemasan

Pengemasan dapat dianggap sebagai suatu bagian dari proses produktif dan aspek ekonomi dari produksi dan tidak bisa hanya dianggap hanyalah sebagai suatu kegiatan produksi saja, tapi harus memperhatikan juga kegiatan operasi lainnya yang diperlukan sebelum produk sampai kepada pelanggan, hanya dengan cara ini keseimbangan antara beberapa faktor yang diperlukan terkadang saling  berlawanan dapat dicapai.

 

 

  1. 3.     Produk Assesment
  1. Bentuk Fisik
  • Gas
  • Padat atau cair
  • Cairan kental atau encer
  • Pasta
  • Bubuk
  • Granul
  • Tablet atau kapsul
  • Blok padat
  1. Alamiah
  • Mudah berkarat
  • Beracun
  • Mudah terbakar
  • Berbau
  • Mudah basi
  • Lengket
  • Mudah pecah / getas
  • Kasar
  • Mudah tergores

 

  1. Kerusakan kemasan bisa terjadi karena :
  • Bantingan mekanis.
  • Getaran
  • Gesekan
  • Perubahan suhu
  • Perubahan kelembaban,Oksigen,Bau, Cahaya,Kerusakan
  • Ketidakcocokan material,Hama tikus, serangga
  1. E.    Mengetahui Tata Cara Pengemasan Produk

 

Membungkus atau pembungkusan (wraping) adalah upaya pengemasan barang tertentu yang antara lain ditujukan untuk menjaga barang dari kerusakan, memelihara higienitas atau keutuhan dan kemudahan membawanya.

Pembungkusan (wrapping) ini, selain berfungsi sebagai pelindung barang dan untuk memudahkan membawa barang, juga berfungsi untuk hal-hal lain, seperti untuk menutupi bau, menghindarkan kotoran yang mungkin keluar dari barang yang dibawa dan lain-lain.

 

 

 

 

  1. F.    Menyiapkan dan Mengemas Produk Yang Dibeli Pelanggan

 

Pada perusahaan ritel, pengemasan tidak dibenarkan dalam satu bungkus terdiri dari berbagai macam barang yang tidak sesuai dengan kelompok barang. Oleh karena itu penjual harus memperhatikan kaidah-kaidah pengemasan atau pembungkusan sebagai berikut :

  1. Barang dikelompokkan sesuai dengan kategorinya
  2. Siapkan bahan untuk membungkus atau mengemas dan sesuaikan dengan konsisi barang
  3. masukkan barang ke dalam alat bungkus berdasarkan departemen barang. Hal ini gunanya untuk menghindari agar yang dikemas tidak terkontaminasi oleh kelompok barang yang satu dengan yang lainnya
  4. Apabila masing-masing barang sudah dikemas berdasarkan kelompok barang, masukkan ke dalam alat bungkus yang lebih besar, sehingga lebih praktis untuk dibawa dan menghemat tempat yang tersedia
  5. Menutup kemasan dengan menggunakan isolatif atau perekat lain agar barang yang dikemas terlindungi dari segala resiko
  1. G.    Sikap-sikap Dalam Mempersiapkan Barang Yang Akan Dibeli Pelanggan

 

  1. II.    Melakukan Proses Penyerahan Produk Yang Dibeli Pelanggan

 

  1. A.    Peralatan yang digunakan dalam menghitung harga
  2. 1.     Kalkulator

 

  1. 1.     Kalkulator elektronik berdasarkan tenaga penggeraknya
    1. solar powered calculator : kalkulator jenis ini digerakkan dengan tenaga sinar matahari
    2. solar/battery powered calculator : kalkulator jenis ini digerakkan dengan sinar matahari atau baterai
    3. electronic powered calculator : digerakkan dengan baterai berbentuk silinder atau tenaga listrik arus kuat
    4. battery powered calculator : digerakkan dengan baterai berbentuk silinder atau bulat pipih
  1. 2.     Kalkulator elektronik berdasarkan bentuk dan ukurannya
    1. a.     Card calculator
    2. b.     Wallet calculator
    3. c.     Hand calculator
    4. d.     Desktop calculator

 

  1. 3.     Kalkulator elektronik berdasarkan jumlah digit kemampuannya

Kalkulator elektronik memiliki digit yang berbeda-beda, ada yang jumlah digitnya 8, 10, 12, 14, dan 16 digit.

  1. 4.     Kalkulator elektronik berdasarkan kegunaannya
    1. a.     office calculator
    2. b.     scientific calculator
    3. c.     financial calculator
  1. 5.     Kalkulator elektronik berdasarkan penyajian hasilnya
  1. printing calculator
  2. non printing calculator
  1. 2.     Cash Register

 

 

 

  1. B.    Kalkulasi Total Harga
  2. 1.     Pengertian Harga

Harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang dinyatakan dalam bentuk uang. Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa harga adalah patokan nilai barang atau jasa. Harga mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. Sebagai pengukur nilai kerja

b. Pengukur daya beli masyarakat

c. Pengukur tingkat kemamkuran

d. Gengsi (prestise)

Kalkulasi Total Harga merupakan dasar untuk menentukan harga produk ditambah prosentasi laba yang diharapkan oleh pengusaha.

  1. 2.     Tujuan Harga :

a. Mendapatkan laba maksimal

b.Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian pada laba bersih

c. Mencegah atau mengurangi persaingan

d.Mempertahankan atau memperbaiki market share

  1. 3.     Harga Pokok Penjualan

Akumulasi atau penggabungan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk. Harga pokok penjualan diperoleh dengan menambahkan biaya produksi, biaya penjualan, biaya tenaga kerja, dsb untuk kegiatan usaha industri, sedangkan untuk kegiatan usaha dagang harga pokok penjualan terdiri dari harga beli, biaya tenaga kerja, biaya pengangkutan dan sejenisnya

RUMUS MENENTUKAN HARGA JUAL

  1. 4.     Faktor-faktor penentuan harga

Faktor yang mempengaruhi penetapan harga disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 5.     Macam-macam Harga
  2. Harga Subjektif yaitu harga taksiran pembeli dan penjual terhadap barang yang akan dibeli atau dijual
  3. Harga objektif, yaitu harga yang disetujui atau disepakati kedua belah pihak antara pembeli dan penjual
  4. Harga pokok, yaitu nilai uang dari barang-barang yang diberikan pada produksi dan langsung berhubungan dengan hasil barang
  5. Harga jual, yaitu harga pokok ditambah laba yang diharapkan
  6. Harga pemerintah, yaitu yang ditetapkan oleh pemerintah
  7. Harga bebas, yaitu harga yang terdapat dipasaran antara penjual dengan penjual yang diakibatkan adanya persaingan
  8. Harga dumping, adalah harga yang ditentukan penjual, umpamanya Harga ekspor penjual di pasaran luar negeri untuk merebut pasaran international dan menjual dengan harga yang lebih mahal di pasaran dalam negeri.
  9. Harga gasal (Odd price), adalah haerga yang angkanya tidak bulat, misalnya Rp 9.999,00. cara ini maksudnya untuk mempengaruhi pandangan konsumen atau pembeli bahwa harga produik itu lebih murah.
  10. Harga daftar (List price), adalah harga yang diberitahukan terlebih dahulu. Dari harga produk ini biasanya pembeli akan memperoleh potongan.
  11. Harga netto (Net price), adalah harga yang harus dibayar oleh pembeli. Dengan perkataan lain harga neto adalah harga bersih.
  12. Harga zone (Zone price), adalah harga yang sama untuk suatu daerah atau zone geografis tertentu. Contohnya harga 1 potong kemeja batik di Jakarta Rp 50.000,00, sedangkan harga di Bogor tetap Rp 50.000,00 hanya ditambah ongkos transportasi Jakarta-Bogor.
  13.  Harga titik dasar (basing point price), adalah harga didasarkan atas titik lokasi tertentu. Misalnya basis harga sebuah produk di Jakarta Rp 25.000.00 per unit, maka harga basis di Bogor tetap Rp 25.000,00 plus biaya transport Jakarta-Bogor.
  14. Harga stempel pos (postage stamps delivered price),adalah harga yang sama untuk semua daerah pasaranya.
  15. Harga Pabrik (factory price), adalah harga pabrik yang harus dibayar oleh pembeli, sedangkan transportasinya dari pabrik harus ditanggung oleh pembeli. Dapat juga penjual menyerahkan produknya sampai di atas kapal atau alat angkut lainnya yang disediakan pembeli. Harga pabrik disebut juga f.o.b factory atau f.o.b mill.
  16. Harga f.a.s (free alongside),adalah biaya angkutan ditangung penjual sampai kapal merapat di pelabuhan tujuan. Pembongkaran produk ditanggung oleh pembeli.
  17. Harga c.i.f (Cost insurance and freight),adalah harga barang yang di ekspor sudah termasuk biaya asuransi, biaya pengiriman sampaI diserahkannya barang tersebut kepada pembeli
  1. 6.     Macam-macam Penetapan Harga

 

 

 

 

    HARGA PROMOSIONAL

-   Harga Leader : perusahaan memasang harga yang sangat rendah pada beberapa barang yang mempunyai nilai promosi

-   Harga special Event : Perusahaan memberikan harga khusus untuk jangka waktu tertentu

-   Discount psikologis : Perusahaan mencantumkan harga tinggi tiruan pada suatu harga pokok dan menawarkannya dengan penghematan yang besar misalnya dulu Rp. 34.900,00 kini menjadi Rp. 19.900,00

-   Harga multiple unit : perusahaan menawarkan discount pada konsumen yang membeli sejumlah barang

 

  • Penetapan Harga Diferensial (Differential Pricing) : Penetapan secara diferensial adalah perhitungan harga pokok untuksejenis produk yang diperhitungkannya atas dasar biaya-biayayang berbeda-beda, sehingga terjadi beberapa harga pokok yangbesarnya berbeda satu sama lainnya. Penetapan harga diferensialpada umumnya menekankan pada dasar pertimbangan padapermintaan konsumen
  • Penetapan Harga Mark-up :Penetapan harga secara mark up adalah dengan menetapkanharga jual dilakukan dengan carra menambahkan suatu presentasetertentu dari total biaya variable atau harga beli dari seorangpedagang (super market).
  • Penetapan Harga Cost plus (Cost plus pricing) :Penetapan harga cost plus yaitu penetapan harga jual dengan caramenambahkan presentase tertentu dari total biaya.
  • Penetapan Harga Sasaran (target pricing):Penetapan harga sasaran, harga jual produk dapat memberikantingkat keuntungan tertentu yang dianggap wajar.
  • Penetapan Harga Rata-rata (going rate pricing) : Penetapan harga ini, dengan alas an perusahaan mengalamikesukaran dalam mengukur biaya, dan kesulitan untuk mengetahuireaksi dari para pembeli dan saingan. Akhirnya daripadamengganggu keseimbangan harga di pasar lebih baik mengikutiharga yang berlaku di pasar.
  • Penetapan Harga Tender (sealed bid pricing) :Dalam penetapan harga ini, harga penawaran diajukan dalamsampul yang tertutup, sedangkan pembeli dapat memilih penjualyang dianggapnya mempunyai harga yang paling rendah denganspesifikasi yang diharapkannya.
  • Penetapan Harga Break-even (Break Even pricing) : Dalam penetapan harga break even, perusahaan mengetahuitentang bagaimana satuan produk itu dijual pada satuan tertentuuntuk mengembalikan dana yang tertanam dalam produk tersebut.
  • Penetapan Harga Rate of Return (Rate of Return pricing) : Kebijaksanaan penetapan harga ini untuk mencapai tingkatanpengembalian investasi dan merupakan kebijaksanaan yang banyakdipakai oleh perusahaan-perusahaan besar.
  • Penetapan Harga oleh Pedagang :Penetapan harga ini, ditetapkan oleh para pedagang dengan caramenambahkan suatu selisih (marjin) harga tertentu di atas hargapembelian yang dibayarnya kepada penjual/produsen.jumlah marjin(selisih) harga pembelian akan mereka terima dari berbagai macambarang diharapkan dapat menutup seluruh biaya operasional, sertamengharapkan ada laba
  • Penetapan Harga oleh Produsen :Cara penetapan harga ini, yaitu dengan biaya pengadaan ditambahmarjin oleh para produsen. Produsen merencanakan jumlah barangyang akan diproduksi dan yang akan dipasarkan selama masatertentu, serta menghitung jumlah biaya bahan baku, pembantu danbiaya pembuatannya
  • Penetapan Harga biaya variable :Penetapan harga biaya variabel didasarkan pada suatu ide bahwabiaya total tidak selalu harus ditutup dalam menjalankan kegiatanbisnis yang menguntungkan. Penetapan biaya variable

 

  1. 7.     Kombinasi Harga (Price MIX)

-       Potongan harga, daftar harga dan tambahan harga

Potongan harga adalah pengurangan dari apa yang tercantum di dalamdaftar harga, serta diberikan kepada yang bersedia melakukan sesuatu pembelian produk yang telah disepakati oleh penjual.

Tambahan barang yang diberikan penjual terhadap pembeli ada kemungkinan barang-barang tersebut aus,susut,rusak ,adapun potonganpotongan harga yang diberikan penjual kepada pembeli, adalah sebagai berikut :

1). Potongan fungsional (trade or functional discount)

Potongan fungsional biasanya diberikan kepada para penyalur.

2) Rabat

Rabat adalah potongan yang diberikan kepada pembeli dari penjual karena membeli barang dalam jumlah yang banyak. Potongan rabat disebut juga potongan kuantitas (quantity discount).

3) Kontan (cash discount)

potongan ini, diberikan oleh poenjual kepada pembeli karena membeli baraang secara tunai atau membeli barang dalam jangka pendek

4). Potongan rafaksi adalah potongan khusus yang diberikan penjual kepada pembeli karena adanya perubahan perhitungan berat misalnya ;akibat kerusakan yang terjadi selama barang dalam pengangkutan

5) Potongan order dini (early order discount)

Potongan ini adalah potongan yang diberikan kepada pembeli karena order (pesanan) masih dini. Misalnya 3 bulan sebelum Idul Fitri sudah pesan barangnya.

6) Potongan kelompok (group discount)

Potongan kelompok adalah potongan yang diberikan kepada pembeli yang dihimpun dalam kelompok (group) atau organisasi.

7) Tarra

Tarra adalah potongan timbangan pembungkus barang yang diberikan penjual kepada pembeli, karena barang yang diserahkan ternyata barangnya masih terbungkus.

Bentuk potongan lainnya adalah :

1) Potongan kuantitas

2) Potongan dagang

3) Potongan tunai

4) Potongan musiman

5) Kelonggaran promosi

6) Kelonggaran komisi

7) Kelonggaran barang

  1. C.    Tata Cara Pengisian Bukti-bukti Penyerahan Perhitungan Harga Produk

Pada perusahaan dagang bukti bukti perhitungan harga produk sebagai bukti utama adalah yang merupakan suatu rician pembelian barang dagangan, yang menerangkan tentang produk yang dibeli. Faktur tersebut berisi tentang keterangan-keterangan diantaranya sebagai

berikut:

a). jumlah barang;

b). kode barang;

c). nama barang;

d). isi;

e). harga satuan;

f). jumlah harga;

g). discount;

h). total harga yang dibayar.

Di samping faktur perhitungan harga produk yang lain adalah berupa nota penjualan, daftar harga, kwitansi dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan perhitungan harga produk.

Adapun data-data yang harus diisi pada faktur atau nota penjualan adalah sebagai berikut:

1. tanggal pembuatan faktur;

2. nama atau lembaga yang dituju;

3. nomor shipment;

4. kode sales;

5. nomor order;

6. cara pembayaran;

7. tanggal jatuh tempo;

8. nomor mobil kendaraan;

9. nomor polisi kendaraan;

10. quantity (jumlah barang);

11. kode barang;

12. nama barang (isi);

13. harga satuan dan jumlah harga;

14. total harga;

15. jumlah potongan;

16. total yang dibayar;

17. nama jelas dan tanda tangan pembeli;

18. nama dan tanda tangan penjual.

Data yang telah diisi dan sudah akurat disesuaikan dengan PO, kemudian barulah barang tersebut dikirim kepada pihak pembeli.

  1. D.    Tata Cara Pengisian Format Penjualan

Format penjualan berupa nota yang merupakan bukti pembelian barang ,nota akan diisi oleh petugas penjualan apabila seorang konsumen telah memutuskan pembelian sebelum konsumen melakukan pembelian ke kassa maka seorang Pramuniaga harus mengisi nota berdasarkan jumlah pembelian barang adapun data data yang harus diisi yaitu :

a. Tanggal transaksi

b.Nama dan alamat konsumen

c. Nomor nota

d.Nomor urut

e. Jumlah barang

f. Nama barang

g.Harga satuan

h. Jumlah harga

  1. Nama jelas petugas pembelian

Data data tersebut harus diisi secara akurat dan teliti ,tujuannya agar tidak terjadi kekeliruan dan kesalahan,unit-unit organisasi yang terlibat dalam aktivitas penjualan di toko-toko adalah bagian order penjualan (pramuniaga), bagian kasa, bagian gudang, bagian pembungkus Kegiatan masing-masing bagian sebagai berikut :

􀁸 Bagian penjualan (Pramuniaga)

1) Menerima order dari pembeli yang dating langsung ke tempat penjual (toko).

2) Mengisi formulir faktur (nota) penjualan tunai rangkap 3 (tiga) :

Lembar 1. dirserahkan kepada pembeli untuk di bawa ke kasa saat membayar

Lembar 2. diserahkan kepada bagian gudang untuk kepentingan penyediaan barang yang akan diserahkan kepada pembeli.

Lembar 3, diarsipkan di bagian order penjualan menurut nomor urut faktur.

􀁸 Bagian Kasa.

a. Menerima faktur penjualan tunai lembar 1 dari pembeli.

b.Menerima uang dari pembeli untuk pembayaran faktur yang bersangkutan.

c. Menyerahkan faktur yang telah dicap lunas beserta pita kas register (struk) kepada pembeli untuk kepentingan pengambilan barang di bagian pembungkus (penyerahan) barang.

􀁸 Bagian Gudang

a. Menerima faktur penjualan tunai lembar 2 dari bagian order penjualan.

b.Menyiapkan barang sesuai dengan yang tercantum dalam faktur.

c. Mencatat kuantitas barang yang tercantum dalam faktur dalam kartu gudang.

d.Menyerahkan faktur lembar 2 dan barang yang bersangkutan kepada bagian pembungkus.

􀁸 Bagian Pembungkus (Penyerahan) Barang.

1) Menerima barang dan faktur penjualan tunai lembar 2 dari bagian gudang.

2) Menerima faktur penjualan tunai lembar 1 yang telah dicap lunas dan pita kas register dari bagian kasa melalui pembeli.

3) Meneliti kesamaan data faktur lembar 1dengan pita kas register dan faktur lembar 2 serta barang yang bersangkutan.

4) Menyerahkan barang kepada pembeli beserta faktur penjualan tunai lembar 2 sebagai slip pembungkus, setelah data dokumen yang terkait cocok.

5) Menyerahkan faktur penjualan tunai lembar 1 kepada bagian jurnal dan buku besar (bagian akuntansi).

􀂉Tempat pembayaran

Tempat pembayaran biasanya dilakukan ditempat penyerahan barang ,terkecuali jika ada ketentuan lain dalam kesepakatan ,mengenai waktu tempat pembayaran dapat dipilih dari salah satu ketentuan

ketentuan dibawah ini :

  1. Dibayar dimuka (prepaid) artinya pembeli membayar lebih dulu sebelum barang yang dibeli diterimanya, dalam hal ini berarti pembeli memberikan kredit kepada penjual ,kredit ini disebut kredit pembeli.
  2. Rembours (cash on delivery / c.o.d ) artinya barang yang dibeli hanya akan dikirimkan dan diterima pembeli jika barang itu sudah dibayar.
  3. Tunai /kontan (cash ) artinya barang yang dibeli harus dibayar secara tunai
  4. Kredit (credit) artinya pembayaran untuk barang yang dibeli dapat dilakukan beberapa waktu setelah barang itu diterima,dalam hal ini berarti pembeli diberikan kredit oleh penjual,kredit ini disebut sebagai kredit penjual (leverancier credit/ seller credit)
  5. Pembayaran cicilan / angsuran (installment) artinya barang yang dibeli dapat dibayar secara mengangsur / cicilan
  1. E.    Tata Cara Menerima dan Mengembalikan Uang sebagai Pembayaran dari Konsumen

 

  1. 1.     Macam-macam Uang sebagai Alat Pembayaran
  1. Uang Kartal adlaah uang tunai atau mata uang resmi yang digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di suatu negara.
  2. Uang Giral adalah alat pembayaran yang bukan berupa uang, contohnya berupa cek (cheque), bilyet giro, cek perjalanan (traveler cheque), draft uang (money draft), order uang (money order) dan letter of credit (L/C).
  1. 2.     Tata Cara Tata Cara Menerima dan Mengembalikan Uang

a) mengucapkan salam (selamat pagi /siang /sore /malam);

b)menyebutkan jumlah transaksi

c) menyebutkan jumlah uang yang diterima

d)menyebutkan jumlah discount (bila ada), sebagai alat promosi penjualan

e) menyebutkan jumlah pengembalian, bila uang yang diserahkan melebihi transaksi

f) menyerahkan barang pembelian

g)mengucapkan terima kasih

  1. 3.     Tata Cara Meneliti Uang yang diterima sebagai pembayaran dari konsumen

Bila seorang penjual menerima uang yang diragukan keasliannya, maka ia harus melaporkannya kepada pihak-pihak yang terkait seperti Bank Indonesia (BI), bank umum atau pihak kepolisian. Selain itu harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • menahan uang tersebut dan tidak memberi penggantian
  • menjaga fisik uang tidak rusak
  • mencatat identitas pemegang/pemilik

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memperlakukan uang :

ü simpanlah uang secara benar pada tempatnya

ü hindari perusakan fisik uang dari coretan, staples, selotip, peremasan dan sebagainya

ü tukarkan uang lusuh, rusak, terbakar sebagian, dan cacat ke Bank Indonesia

  1. F.    Tata Cara Penyerahan Bukti-bukti pembayaran

Untuk pembeli atau pelanggan yang melakukan pembayaran dengan menggunakan uang tunai, maka pihak penjual/petugas penjualan akan memberikan:

  • lembar nota penjualan untuk pembeli yang telah dicap lunas
  • bukti pembayaran berupa struk kas dari petugas penjualan
  • uang kembalian pembayaran kepada pembeli (bila ada)

Untuk pembeli atau pelanggan yang melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu kredit, maka pihak penjual/petugas penjualan akan memberikan:

  • lembar nota penjualan untuk pembeli yang telah dicap lunas
  • bukti pembayaran berupa struk kas dari petugas penjualan
  • salinan sales draft (faktur khusus yang dibuat oleh bank untuk mencetak identitas kartu kredit dan mencantumkan jumlah pembayaran) dari kartu kredit.
  1. G.    Sikap-sikap yang dibutuhkan dalam melakukan proses penyerahan produk yang dibeli pelanggan
  • TELITI
  • CERMAT
  • CEPAT
  • BERTANGGUNG JAWAB
  • JUJUR
  • TAAT
  • RAPI
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s